Baru saja nonton dua film yang rilis tahun ini, yaitu Django dan Hansel & Gretel. Kalau boleh jujur, dua film ini sangatlah berbeda satu sama lain (yang satu jelek, yang satu bagus, IMHO), kesamaan dari kedua film tersebut hanyalah satu yaitu: darah. Jika anda ingin menonton dua film tersebut, maka anda harus bersiap dengan tingkat kekerasan yang tinggi serta darah yang bermuncratan sana sini, so don't bring your kids with you. Mari kita mulai dengan yang paling fresh from the oven terlebih dahulu.
1. Hansel & Gretel: Witch Hunters
Director: Tommy Wirkola (Dead Snow)
Stars: Jeremy Renner, Gemma Arterton, Famke Janssen, Peter Stormare
My ratings: 2/5
"We hunt wome...err, witch, for fun !"
Jika anda menyukai film action yang dipenuhi dengan darah dan kekerasan, dimana anda tidak perlu berpikir banyak, mungkin ini adalah fillm yang tepat untuk anda. Namun jika anda menginginkan film yang menggugah emosi anda, membuat anda berpikir tentang kehidupan, maka jangan buang waktu anda untuk menonton film ini.
Film ini bercerita tentang dua orang kakak beradik yang dibuang di tengah hutan oleh ayah mereka. Suatu ketika, di dalam hutan, mereka menemukan rumah yang terbuat dari permen, karena mereka kelaparan mereka masuk ke dalam rumah tersebut, berharap menemukan permen dan kue yang lebih banyak. Di dalam rumah permen tersebut, bukan permen dan kue yang mereka dapat, melainkan penyihir jelek dan jahat yang ingin memakan mereka berdua. Malang bagi sang penyihir, kedua anak ini malah membakar sang penyihir di dalam oven dan berhasil melarikan diri. Familiar dengan cerita ini ? Cerita ini diadaptasi dari cerita anak - anak dengan judul yang sama, yaitu Hansel & Gretel. Namun sang filmmaker mencoba untuk "memperpanjang" cerita tersebut. Diceritakan dalam film ini, Hansel & Gretel tumbuh menjadi dewasa dan mendedikasikan hidup mereka untuk memburu penyihir. Film ini kemudian berusaha untuk menceritakan kehidupan serta aksi Hansel & Gretel dalam memburu penyihir - penyihir yang jahat.
"Witch hunt for dummies"
The pros (+)
1. Beberapa adegan aksi dalam film ini bisa dibilang cukup solid dan menegangkan.
2. Tingkat kekerasan yang tinggi, darah dalam jumlah yang banyak (bagi anda yang menyukai darah dan kekerasan)
3. Tema cerita yang unik, menggunakan cerita anak - anak dan mengubahnya menjadi sesuatu yang baru.
The cons (-)
1. Meski tema yang diusung cukup unik, namun pada akhirnya cerita dalam film ini sangatlah basi dan penuh dengan klise. Kebaikan melawan kejahatan, kebaikan menang, dan semua berakhir dengan baik. Alur cerita juga bisa dibilang mudah ditebak. Cerita yang ditawarkan pun bisa dibilang sudah digunakan berkali - kali dalam ratusan film sebelumnya, tidak ada yang baru dan sangat - sangat mudah untuk dilupakan.
2. Tingkat kekerasan yang tinggi, darah dalam jumlah yang banyak (bagi anda yang tidak menyukai darah dan kekerasan)
3. Plot twist yang lemah, film ini berusaha untuk mengejutkan anda, namun apa daya, kejutan yang dimiliki film ini sangatlah leman dan mudah ditebak.
The Conclusion:
Pada akhirnya, jika anda ingin menonton film ini, matikan otak anda, jangan anggap terlalu serius, jangan berharap terlalu banyak, sit down and just enjoy the ride.
2. Django: Unchained
Director: Quntin Tarantino (Pulp Fiction, Inglorious Basterds, Kill Bill)
Stars: Jamie Foxx, Christoph Waltz, Leonardo Di Caprio, Samuel L. Jackson
My ratings: 4/5
"Ready to kick some racism in the ass !"
Jika anda menemukan nama Quentin Tarantino dalam sebuah film, maka anda harus bersiap - siap untuk mengalami sebuah perjalanan yang unik dan (tentu saja) penuh dengan darah dan kekerasan. Sama halnya seperti kill bill dan Inglorious Basterds, film ini sangatlah sylish dan unik. Quentin Tarantino banyak menggunakan elemen - elemen film koboy klasik jaman dahulu (tembakan secepat kilat, berkuda, bandit, sheriff, penjahat yang kejam, serta dynamit dan wanita cantik), kemudian mengkombinasikannya dengan darah (dalam jumlah yang sangat banyak), kekerasan. dan pembalasan dendam.
Film ini bercerita tentang seorang dokter asal jerman bernama King Schultz yang beralih profesi menjadi pemburu hadiah (bounty hunter). Dr. Schutlz kemudian membebaskan seorang budak bernama Django untuk membantunya menemukan beberapa orang penjahat, namun setelah mendengar cerita Django, Dr. Schultz akhirnya melatih Django untuk menjadi seorang pemburu hadiah dan ikut membantu Django untuk membebaskan istri Django yang diperbudak oleh seorang pedagang kejam bernama Calvin Candie. Film ini bersetting di Amerika tahun 1800-an sebelum perang saudara Amerika. Perbudakan masih marak terjadi pada masa ini, karena itu perbudakan dan rasisme menjadi tema yang cukup kuat dalam film ini.
"Our beard is unexpectedly similar"
The pros (+)
1. Cerita yang unik dan stylish. Cukup original dengan mengkombinasikan film koboy klasik dengan gaya cerita ala quentin tarantino yang penuh dengan darah dan pembalasan dendam. Setting Amerika tahun 1800-an yang masih sarat akan perbudakan juga menjadi nilai tambah tersendiri bagi film ini, anda akan melihat kekejaman orang - orang jaman dahulu terhadap beberapa etnis dan suku tertentu, karena itu anda akan merasa bahwa pembalasan dendam Django adalah sesuatu yang benar.
2. Dialog yang cerdas, beberapa adegan bisa dibilang cukup lucu dan humoris, beberapa adegan juga cukup menegangkan, mata anda tidak akan bisa lepas ketika menonton film ini.
3. Akting yang luar biasa, terutama akting dari Christoph Waltz, Leonardo DiCaprio, dan Samuel L. Jackson.
4. Darah yang banyak serta tingkat kekerasan yang tinggi (bagi penyuka darah dan kekerasan)
The cons (-)
Darah yang banyak serta tingkat kekerasan yang tinggi (bagi anda yang tidak menyukai darah dan kekerasan)
The conclusion:
Highly recommended, enough said.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar